DHARMASRAYA,Redaksisumbar.id – Nasib nahas menimpa YP (49), seorang Mandor Maintenance di PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL). Ia tewas akibat kecelakaan kerja di area pabrik kelapa sawit milik perusahaan tersebut di Jorong Palo Koto, Nagari Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, pada Jumat (24/7/2026) pagi.
Insiden maut ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan diduga terjadi saat korban tengah melakukan inspeksi dan pengecekan di area mesin konveyor yang sedang dalam kondisi beroperasi.
Tragedi ini bermula ketika rekan-rekan korban tiba-tiba mendengar suara teriakan dari arah mesin. Menyadari adanya kondisi darurat, pekerja lain dengan sigap langsung menekan tombol penghenti darurat (emergency stop) melalui panel kontrol. Setelah mesin berhenti, proses evakuasi yang menegangkan segera dilakukan oleh para karyawan.
Korban yang kritis langsung dilarikan ke Puskesmas Sungai Rumbai untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya. Namun sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Menanggapi peristiwa ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Dharmasraya, Andri, membenarkan adanya insiden kecelakaan kerja yang berujung pada jatuhnya korban jiwa. Pihaknya kini telah mengambil alih penanganan kasus tersebut.
”Benar, kami telah menerima laporan terkait insiden kecelakaan kerja di PT DSL yang mengakibatkan satu karyawan meninggal dunia. Saat ini, tim penyidik bersama unit identifikasi sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkap Kasat Reskrim Andri saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).
Lebih lanjut, Andri menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk mengevaluasi penerapan sistem keamanan kerja di perusahaan.
”Kami sedang memintai keterangan dari sejumlah saksi kunci, terutama rekan kerja yang berada di dekat korban saat insiden terjadi. Penyelidikan ini difokuskan untuk memastikan kronologi kejadian, serta mencari tahu apakah kecelakaan ini murni musibah atau terdapat unsur kelalaian terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, area mesin konveyor tempat kejadian telah disterilkan dan dipasangi garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. (Rp)


