NASIONAL,REDAKSISUMBAR.ID – Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Air Dingin pada April 2026 ini bukan sekadar seremoni biasa. Ia adalah proklamasi kemandirian lingkungan Sumatera Barat. Di balik keberhasilan administratif yang monumental ini, publik menyoroti satu sosok birokrat yang menjadi “jangkar” transisi kebijakan: Andree Algamar.
Restu Gubernur: “Andree Adalah Aset Strategis”
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam pernyataannya yang dikutip berbagai media, memberikan pengakuan terbuka atas peran vital yang dimainkan oleh Andree Algamar. Gubernur menegaskan bahwa kelancaran naskah kerja sama ini merupakan buah dari kecermatan administratif yang luar biasa.
“PSEL di TPA Air Dingin bukan lagi sekadar rencana, ini adalah kebutuhan mendesak bagi rakyat. Saya berterima kasih kepada jajaran birokrasi, khususnya Saudara Andree Algamar. Pengalaman beliau di tingkat kota dan kecermatannya di tingkat provinsi adalah aset kita untuk memastikan kerja sama ini berjalan transparan dan menguntungkan rakyat,” tegas Gubernur Mahyeldi.
Gubernur juga menambahkan bahwa proyek ini adalah bukti nyata sinergi antar-daerah yang berhasil dirajut oleh tim teknis dan administratif. “Menyatukan banyak daerah—Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok—bukanlah perkara mudah. Di sinilah peran jajaran birokrasi kita bekerja luar biasa untuk menyelaraskan kepentingan ini,” imbuhnya.
Dedikasi Tanpa Sekat Jabatan
Bagi masyarakat, Andree Algamar adalah simbol keberlanjutan. Kepindahannya dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang ke posisi Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar pada Februari lalu, kini terlihat sebagai langkah strategis Gubernur untuk “mengunci” kesuksesan PSEL.
Sebagai sosok yang mengawal proyek ini sejak di level kota, Andree memiliki pemahaman detail yang tak dimiliki orang lain. Ia memastikan transisi dari kebijakan lokal menuju koordinasi provinsi berjalan mulus tanpa hambatan ego sektoral.
Kado Nyata untuk Rakyat Sumatera Barat
Proyek PSEL yang dikawal Andree di bawah arahan Gubernur Mahyeldi ini menghadirkan paket solusi yang menyentuh langsung kehidupan warga:
- Lingkungan yang Kembali “Bernapas”: Pengolahan hingga 700 ton sampah per hari akan menghilangkan bau tak sedap secara permanen dan mencegah pencemaran air tanah di kawasan Air Dingin.
- Kemandirian Energi: Listrik yang dihasilkan akan masuk ke jaringan PLN. Warga Sumbar kini mandiri dalam memproduksi energi bersih dari limbahnya sendiri.
- Keamanan Terjamin: Pengolahan sampah secara real-time drastis mengurangi volume tumpukan, secara otomatis menghilangkan risiko bencana longsor sampah.
- Ekonomi Baru: Gubernur Mahyeldi secara tegas menginstruksikan agar proyek ini menyerap tenaga kerja lokal. “Kita pastikan PSEL ini menyerap tenaga kerja lokal. Kita tidak hanya membangun mesin, kita membangun ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur.
Menyongsong Masa Depan Hijau
Keberhasilan PSEL di TPA Air Dingin akan menjadi legacy atau warisan berharga bagi generasi mendatang. Di bawah kawalan administratif sosok seperti Andree Algamar, visi besar Gubernur Mahyeldi untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai provinsi percontohan lingkungan nasional kini telah berdiri tegak.
Hari ini, masyarakat tidak hanya merayakan pembangunan sebuah pabrik listrik, tetapi juga merayakan hadirnya kepemimpinan yang solutif dan birokrasi yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Harapan baru telah menyala, dan dari Air Dingin, cahaya itu mulai memancar ke seluruh penjuru negeri.
Editor’s Note: Artikel ini merupakan apresiasi terkhusus dari media redaksisumbar.id atas sinergi luar biasa antara visi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan dedikasi para abdi negaranya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Oleh: [Randi Pangeran]




