Darah Belum Kering, Damarus Sudah ‘Goyang’ Lagi? Misteri Hilangnya Garis Polisi di TKP Maut!

banner 468x60

 

PADANG, Redaksisumbar.id – Publik Kota Padang digegerkan dengan pemandangan tak lazim di salah satu tempat hiburan malam ternama, Damarus. Hanya dalam hitungan jam setelah insiden penikaman maut yang menewaskan seorang pengunjung pada Sabtu dini hari (4/4/2026), lokasi kejadian justru terpantau beroperasi normal seolah nyawa yang melayang tak ada harganya.

​Lokasi Pembunuhan atau Cafe Biasa?

​Kejanggalan besar terlihat pada pintu masuk dan area dalam cafe. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada sehelai pun garis polisi (police line) yang melintang. Padahal, secara prosedur hukum, area terjadinya tindak pidana berat (Pasal 338 atau 351 ayat 3 KUHP) wajib disterilkan untuk menjaga integritas barang bukti.

​”Garis polisi itu gaib. Padahal kejadiannya sangat brutal, tapi malam berikutnya musik sudah berdendang lagi,” ujar salah satu warga yang melintas di sekitar lokasi dengan nada heran.

​Menantang Hukum atau ‘Kebal’ Aturan?

​Masih aktifnya operasional Damarus tanpa adanya segel kepolisian memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan ketegasan aparat dan pemerintah kota:

​Keamanan Terjamin? Senjata tajam 20 cm berhasil lolos ke dalam ruang karaoke, namun tidak ada penghentian izin operasional sementara.

​Jam Operasional Siluman: Kejadian berlangsung pukul 02.55 WIB, yang jelas melanggar aturan jam buka hiburan malam, namun cafe tetap melenggang tanpa sanksi administratif.

​Etika Bisnis: Bagaimana mungkin sebuah usaha tetap mengejar profit di titik di mana seorang manusia baru saja kehilangan nyawa?

​Desakan Penutupan Paksa

​Tragedi berdarah ini kini menjadi bola panas bagi Pemerintah Kota Padang. Masyarakat mendesak agar izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Damarus segera diaudit total. Jika sebuah tempat hiburan bisa tetap buka tanpa garis polisi pasca-pembunuhan, maka kredibilitas penegakan hukum di Padang sedang dipertaruhkan.

​Siapa sebenarnya di balik operasional Damarus? Mengapa nyawa pengunjung tampak begitu murah dibanding pajak hiburan malam?

Reporter: [Rp] 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *