Sungai Batang Kuantan Mengamuk! Alat Tambang Emas Warga Tersapu Arus, Polisi Ingatkan Nyawa Jadi Taruhan

banner 468x60

SIJUNJUNG, Redaksisumbar.id — Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, dalam beberapa hari terakhir memicu lonjakan debit air yang ekstrem. Sungai Batang Kuantan di kawasan Nagari Muaro dilaporkan meluap dan menghanyutkan sejumlah peralatan tambang emas tradisional milik warga setempat.

​Kondisi cuaca ekstrem ini telah mengubah aliran sungai menjadi pusaran yang sangat deras dan mematikan. Tak hanya menyapu harta benda para penambang, derasnya arus juga mengikis tepian sungai sehingga memunculkan titik-titik baru yang sangat rawan longsor.

Sempat Abaikan Peringatan Bahaya

​Kejadian ini sejatinya menjadi puncak dari serangkaian peringatan yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang. Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose, mengungkapkan bahwa jajarannya sudah berulang kali turun ke lapangan untuk meminta masyarakat menghentikan aktivitas pencarian emas di sepanjang jalur sungai tersebut.

​”Himbauan ini sudah sering kami sampaikan sebagai langkah antisipasi. Ini tidak hanya untuk mencegah kerusakan ekologis di bantaran Sungai Batang Kuantan, tetapi yang paling utama adalah memitigasi potensi bencana demi keselamatan masyarakat itu sendiri,” tegas AKP Hendra Yose.

 

Dilema Urusan Perut vs Keselamatan

​Meski ancaman bencana terpampang nyata, realitas di lapangan menunjukkan bahwa imbauan aparat kerap bertepuk sebelah tangan. Aktivitas tambang tradisional masih terus berlangsung karena tingginya ketergantungan warga setempat. Bagi sebagian masyarakat, khususnya di Nagari Muaro, mencari emas di sungai tersebut adalah urat nadi perekonomian keluarga yang sulit ditinggalkan meski nyawa menjadi taruhannya.

​Namun, aparat menegaskan bahwa aktivitas penambangan di tengah anomali cuaca seperti saat ini adalah tindakan yang sangat fatal.

Pengawasan Diperketat, Warga Diminta Menjauh

​Merespons eskalasi risiko bencana hidrometeorologi ini, personel Polres Sijunjung kini dalam status siaga penuh. Pengawasan dan patroli di sekitar kawasan aliran Sungai Batang Kuantan diperketat untuk mencegah warga kembali mendekati area berbahaya.

​Pihak kepolisian kembali menyiarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat:

  • Segera hentikan seluruh aktivitas penambangan maupun kegiatan lain di sepanjang bantaran Sungai Batang Kuantan.
  • Jauhi area tebing dan bantaran sungai yang rawan amblas atau longsor akibat gerusan air.
  • Utamakan keselamatan diri dan keluarga, jangan sampai desakan kebutuhan ekonomi sesaat harus dibayar mahal dengan tragedi hilangnya nyawa.

​Pemerintah daerah dan aparat akan terus memantau perkembangan cuaca dan debit air sungai. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana susulan di tengah musim penghujan ini. (Rill)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *