Anak Nagari Tolak Keras Ancaman Boikot PT Semen Padang Dari Aliansi Bodong, Kantor KAN digeruduk

banner 468x60

PADANG — Suasana di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mendadak memanas pada Rabu (13/5/2026). Sekitar pukul 11.12 WIB, puluhan massa yang tergabung dalam Anak Nagari setempat menggeruduk gedung tersebut. Aksi turun ke jalan ini merupakan buntut dari protes keras terhadap sebuah kelompok yang secara sepihak mengatasnamakan diri sebagai “Aliansi Anak Nagari Limau Manis”.

​Kedatangan massa ke pusat adat tersebut bukan tanpa alasan yang kuat. Mereka mendesak perangkat KAN beserta jajaran Ninik Mamak agar tidak memberikan ruang maupun legitimasi terhadap keberadaan aliansi tersebut.

​Secara khusus, massa menyoroti nama Ruri Aprianto, figur yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Pauh. Ia disebut-sebut sebagai motor penggerak di balik berdirinya aliansi tersebut. Dalam tuntutannya, massa meminta agar segala bentuk kegiatan yang membawa nama aliansi itu segera dibekukan dari bumi Limau Manis.

​Terancamnya Harmoni CSR PT Semen Padang

​Pemicu utama gejolak ini adalah adanya pernyataan sepihak dari aliansi tersebut yang menyuarakan ancaman pemboikotan terhadap operasional pabrik PT Semen Padang.

​Langkah provokatif itu sontak memantik amarah warga. Masyarakat menilai tindakan boikot sangat gegabah dan berpotensi merusak ekosistem Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang—sebuah program yang telah berjalan harmonis dan memberikan manfaat nyata bagi hajat hidup warga setempat selama puluhan tahun.

​Ketua Koordinator Aksi, Iwan Sanek, tampil ke garis depan untuk meluruskan narasi. Ia dengan tegas menepis klaim aliansi yang merasa mewakili suara masyarakat Limau Manis.

​”Kami tidak pernah mengakui adanya Aliansi Anak Nagari Limau Manis tersebut, serta menolak keras pernyataan pengancaman pemboikotan kegiatan pabrik Semen Padang. Bubarkan Aliansi Anak Nagari Limau Manih beserta oknumnya, Ruri Aprianto!” tegas Iwan Sanek dengan nada lantang di hadapan para perangkat adat.

 

​Ultimatum Penyegelan Kantor KAN

​Aksi damai ini sempat diwarnai dengan ketegangan ketika massa menjatuhkan ultimatum yang cukup keras. Puluhan pemuda tersebut mengancam tidak akan segan-segan menyegel bangunan Kantor KAN Limau Manis apabila aspirasi mereka diabaikan. Bagi mereka, pembubaran aliansi adalah harga mati yang harus segera dieksekusi oleh para pemangku adat.

​Menghadapi gelombang protes yang kian memuncak, perwakilan tokoh adat setempat, Datuak Rajo Kamunyang, akhirnya angkat bicara. Upaya persuasif dilakukan guna meredam tensi massa yang memadati area pelataran kantor KAN. Ia berjanji akan merespons tuntutan Anak Nagari ini dengan serius.

​”Kami akan mempertimbangkan kembali hal ini dan akan segera menindaklanjutinya,” ungkap Datuak Rajo Kamunyang, mencoba menenangkan massa.

 

​Hingga berita ini diturunkan, bola panas kini berada di tangan para pemangku adat. Masyarakat luas masih menantikan langkah konkret dan ketegasan dari jajaran Ninik Mamak serta perangkat KAN Limau Manis untuk mengurai benang kusut polemik ini demi menjaga ketenteraman nagari. (IQBAL)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *