INVESTIGASI: SPBU di Kota Padang Diduga Menjadi “Pintu Perampokan” Kuota BBM Subsidi

banner 468x60

PADANG,RedaksiSumbar.id (29/01/26)  – Praktik penyalahgunaan QR Code BBM subsidi di Kota Padang memasuki babak baru yang meresahkan. Bukannya menjadi tempat pelayanan publik yang aman, sejumlah SPBU di Kota Padang kini disorot tajam karena diduga berubah menjadi “pintu tempat perampokan” digital terhadap hak subsidi masyarakat.

​Berdasarkan data visual berupa foto dan rekaman transaksi yang berhasil dihimpun, ditemukan indikasi kuat adanya praktik “penggandaan” barcode milik warga. Modusnya tergolong licin: oknum operator diduga sengaja memfoto QR Code pelanggan menggunakan ponsel pribadi saat proses pengisian berlangsung.
​Keterlibatan Manajemen Disorot.

Kejahatan ini disinyalir tidak hanya berhenti di level operator. Muncul dugaan kuat adanya pembiaran atau keterlibatan oknum Manager SPBU. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa meskipun pusat telah memblokir ribuan barcode yang terdeteksi curang, praktik ini tetap subur dan berulang di lokasi yang sama tanpa pengawasan ketat dari pihak manajemen setempat.

Bukti Transaksi Siluman
Banyak warga mengeluhkan jatah BBM mereka ludes secara misterius. Saat dicek melalui riwayat transaksi di aplikasi MyPertamina, muncul aktivitas pengisian di jam-jam tidak wajar dan di lokasi SPBU yang berbeda dari posisi kendaraan pemilik.
​”Ini bukan sekadar kesalahan teknis, ini perampokan hak rakyat secara terstruktur. Kita punya bukti visualnya, dan data transaksi di aplikasi tidak bisa bohong,” ungkap sumber investigasi tersebut.

​Masyarakat dihimbau untuk melakukan “Audit Rakyat” dengan rutin mengecek riwayat transaksi dan berani menegur petugas yang menggunakan HP pribadi saat memindai barcode demi memutus mata rantai mafia BBM di Kota Padang. (Anto Bulan)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *