PADANG, Redaksisumbar.id (22/12-25) – Dedikasi prajurit TNI sebagai garda pertahanan sekaligus relawan kemanusiaan dalam penanganan bencana di Sumatera Barat terus diuji. Di tengah medan yang berat, tantangan baru muncul dari ruang digital: polusi informasi yang berpotensi mendegradasi semangat juang personel di lapangan.
Menanggapi fenomena tersebut, Pasi Intel Korem 032/Wirabraja, Mayor Kav Sukri, mengeluarkan imbauan strategis. Ia mengajak masyarakat dan insan pers memperkuat kolaborasi informasi guna menjaga efektivitas penanggulangan bencana.
Menjaga Marwah Kemanusiaan dan OMSP
Mayor Kav Sukri menegaskan bahwa kehadiran TNI di titik bencana adalah implementasi nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tugas ini dijalankan dengan pertaruhan keselamatan tinggi demi memulihkan kondisi wilayah terdampak.
”Prajurit kami bekerja melampaui tugas pokok. Mereka bekerja dengan hati, meninggalkan keluarga, dan bertaruh nyawa di medan ekstrem demi memastikan masyarakat segera mendapat pertolongan,” ungkap Mayor Kav Sukri, Senin (22/12).
Ia menyayangkan munculnya segelintir narasi negatif atau spekulasi tanpa dasar di media sosial. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya mencederai marwah institusi, tetapi juga membebani psikologis relawan yang tengah berjibaku di garda terdepan.
Sinergi Strategis dengan Media
Mayor Kav Sukri menyoroti pentingnya keharmonisan antara TNI dan media sebagai mitra strategis. Media memiliki peran vital mengedukasi publik agar tidak terjebak arus hoaks yang dapat menghambat proses evakuasi.
”Media adalah mitra kami. Kami sangat menghargai rekan-rekan jurnalis yang turun ke lapangan untuk menyajikan fakta. Sinergi yang harmonis adalah kunci agar publik mendapatkan potret perjuangan relawan secara utuh dan objektif,” tambahnya.
Etika Informasi: Mendukung atau Menjaga Simpati
Pasi Intel mengingatkan bahwa kritik konstruktif sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi. Namun, ia meminta publik membedakan antara kritik dengan narasi yang bersifat menjatuhkan tanpa data valid.
”Prinsipnya sederhana: jika tidak mampu memberi dukungan fisik, logistik, maupun tenaga, setidaknya berikan dukungan moral melalui narasi positif. Kalau tidak bisa support, minimal jangan menjatuhkan,” tegas Mayor Kav Sukri.
Di wilayah rawan bencana seperti Sumatera Barat, stabilitas informasi sangat memengaruhi kecepatan koordinasi antar-lini di lapangan.
Fokus pada Pemulihan Wilayah
Mengakhiri keterangannya, Mayor Kav Sukri mengajak masyarakat menjadi “benteng informasi” yang menyejukkan. Dengan menjaga kondusivitas ruang siber, fokus personel TNI tidak akan terpecah sehingga proses pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat.
”Mari satukan energi untuk kemanusiaan. Jangan biarkan dedikasi prajurit yang sedang berjibaku di tengah lumpur dan reruntuhan terganggu oleh kebisingan informasi yang tidak produktif,” pungkasnya. (Rp)




